menelusuri kota madya pangkal pinang dalam sehari, nyatanya belum juga ada yang menggugah airmuka dan retina ku. pantai nya yang biasa saja, makanan nya juga biasa-biasa saja. satu hal yang menarik perhatian saya adalah, betapa etnis/suku yang berbeda mampu berbaur tanpa ada strata dan bisik seteru atas nama warna kulit mereka. etnis tionghua dan melayu berbaur disana. di negeri dengan berjuta kandungan timah hitam di tanah nya.
saya gak tinggal diam, hari kedua.. akhir nya kami bertiga menjelajah, menelusuri jalan raya hingga hutan-hutan di kabupaten yang berbeda...
heiii.... kami sudah sampai di Sungai liat. :) INDAHHHHH NIAN.!!
( perbatasan Pangkal pinang - Sungai liat )
Entah apa yang ada dikepala, siang ini ditengah terik matahari.. kami mengendarai Honda Supera X, tahun yang gak lagi muda, Mesin yang sama sekali gak prima ditambah ban gundul yg tidak lagi stabil.
tapi bahagia tiada terperi, tawa riang bersautan, mulut seketika memuji Sang Pencipta... "SubhanAllah.....
Tiada keindahan tanpa kesempurnaan mu, duhai zat yang maha segalanya.
Kami bukan sedang di belitong, tapi sungai liat jua menyimpan indahnya pantai, dengan batu-batu besar kuning keemasan... takjub kami, bersih nan asri tempat ini.
Diatas kami menemukan sebuah kelenteng besar yang sedang dibangun, sangat mewah. juga penambang timah lokal, yang dengan mudah kita bisa temui sepanjang penjalanan. benar-benar kaya bumi indonesia, mereka menambang timah bukan jauh didasar bumi, namum dipermukaan di pinggir jalan raya, jalan pintas dari sungai liat menuju pangkal pinang.
namun dengan sangat menyesal saya tidak bisa mengabadikan gambar/foto nya, dikarenakan batrai poncell saya yang sudah habis total. :(
Overall... kami sungguh menikmati dan bahagia bisa mengunjungi Sungai Liat.
cerss... semangat teruss "kunjungi nusantara kalian" kearifan nya akan mendewasakan kita.@matimam



Tidak ada komentar:
Posting Komentar