Minggu, 10 Oktober 2010

Elora... ketika masa pertengkaran kita.

Lhoknga sesaat sebelum memasuki aceh jaya.,
benar2 dalam kondisi tidak nyaman rumah tersebut. didalamnya ada belukar ilalang, debu dan serupa pandangan nyata tentang sepi., meski nilai estetika dalam menyajikan pandangan bisa dilihat sebagian besar yg menikmati foto ini, inilah potret nyata tentang keindahan, meski kalian lihat ilalang itu sebagai komposisi.... namun saya jelas mendengarkan suara yg keluar dari relung pada ruang kosong pemilik rumah,. karena ia adalah batu pada awalnya.,

feel so sad at Diaspora., I was wrong.,
god give we all the best...
Saat Allah menjawab tapi bukan doamu, Ia memilih yang terbaik untukmu. Biarkanlah Allah yang menentukan jalan yang terbaik untuk kita. Lakukanlah yang terbaik untuk Allah, sungguh Ia lebih tahu apa yang terbaik bagi hidup kita :)



Dendang pagi tentang muka yg di tekuk., persis lipatan kartu remi sehabis di pakai banyak orang ketika bermain judi.,
ahaa... semalam posisi tidur benar2 seadanya., tiada istilah menyamankan posisi.. karena posisi hati yg sedang tersier..,,

hijau seharusnya sejuk..!
berpulang saya dari mendisiplinkan barisan kepada hati2 yg cinta akan keindahan bumi lahir yg Alloh kuasai.,



hanya butuh waktu sesaat ia balikan keadaan., berselemak duri pada lantai di patahan bumi yg pernah sedih sejadi2nya..!
yg pernah di rundung duka berkepanjangan..!

saya harus belajar mencintai serambi makah ini.
karena satu warna bisa jadi hilang saat ini.,, justru ketika saya belajar untuk tidak memperkenalkan bawha kematian dekat dgn saya., bahwa rasa sakit sering sekali datang. ada pada dialetika dua manusia yg enggan membaca gejolak jiwa..,

untuk setiap kosa kata dalam fabel yg terkirim berikut lembar rekam digital, tiada main di dalam dan luarnya..
you'f made your choice...

(Knife a.k.a Imom lebon..elegi.10/10)