Senin, 26 November 2012

Hujan Jangan sungkan, jangan juga marah

Jakarta oh jakarta.. 

Macet mu sungguh aniaya, Beribu betis dan telapak kaki manusia, sore ini tersiksa pada pedal rem, gas dan kopling kendaraan mereka...

Tangan-tangan yang cidera berpacu dengan rasa lapar, dingin dan letih usai bekerja.. 

Jangan berkelahi dijalan. Hujan memang begini ada nya. 
Jakarta memang belum mampu berteman dengan hujan. Jakarta dikeroyok kendaraan. 
Pejalan kaki dibiarkan mati keracunan atau kepanasan!

Pedagang dimerdekakan oleh pungli dan aturan menyesattan. hati para penguni nya membiaskan arti dosa akan perusakkan anak bumi bernama sungai. 
Lalu saudagar besar kedudukkan nya sama seperti menteri. "menteri pemberdayaan hak dan izin membuang Kotoran! .......jakarta kita.

babi-babi coklat lari di saat hujan.... karena mereka gemar bermain di lampu-lampu pengatur tiga warna. karena mereka sadar disana banyak kubis salah jalan, untuk dimakan. 

Ma lovely home town ; Djakarta keras, Cadas dan Cerdas....